h1

Memperbaiki Kesalahan Pada BOOTMGR is Missing

26/11/2011

Cara memahami dan Mengatasi Pesan NTLDR is Missing agak gampang-gampang susah. Untuk kelas menengah keatas ini mudah tetapi terutama kelas pemula tentang perbaikan komputer, masalahnya mungkin tidak semudah itu. Sebenarnya masalah ini sudah pernah saya singgung pada beberapa artikel terdahulu namun hanya sepintas. Pembahasan kali ini jauh lebih lengkap mulai dari penyebab sampai cara mengatasinya secara lebih mendetail.

Ada beberapa cara dimana pesan “NTLDR is missing” menampakkan diri, misalnya seperti dibawah ini :

“NTLDR is missing Press any key to restart”
“NTLDR is missing Press Ctrl Alt Del to restart”
“Boot: Couldn’t find NTLDR Please insert another disk”

Pesan “NTLDR missing ” biasanya langsung tampil setelah komputer baru saja dihidupkan, yaitu segera setelah Power On Self Test (POST) selesai. Kasus seperti ini sampai sekarang hanya terjadi pada Windows XP atau versi sebelumnya. Ada beberapa kemungkinan penyebab NTLDR errors, termasuk pesan kesalahan yang paling umum “NTLDR is missing”.

Penyebab Kesalahan NTLDR :

Alasan paling umum untuk kesalahan ini adalah ketika PC Anda sedang mencoba untuk boot dari hard drive atau flash drive yang tidak dikonfigurasi untuk boot, dalam kata lain mencoba untuk boot dari sumber non-bootable. Hal ini juga akan berlaku untuk media optical drive atau floppy drive yang Anda coba sebagai sumber boot.
Kemungkinan penyebab lainnya termasuk file korup, kesalahan konfigurasi file, masalah hard drive, upgrade sistem operasi, sektor hard drive korup, BIOS sudah outdate, dan kerusakan atau kabel IDE longgar.

Perbaikan untuk NTLDR missing :

Coba restart PC, NTLDR missing bisa saja terjadi kebetulan.
Periksa drive optik (CD / DVD), dan lepaskan kabelnya untuk sementara. Lepaskan juga semua drive eksternal lalu restart lagi komputer. Sering kali, “NTLDR is Missing” muncul jika PC Anda sedang mencoba boot dari non-bootable, CD / DVD, atau hard drive eksternal atau flash drive. Catatan: Jika Anda menemukan bahwa salah satu dari drive diatas adalah penyebab masalah Anda dan itu sering terjadi, sebaiknya urutan boot pada BIOS langsung dari hard disk drive yang pertama.
Periksa hard disk drive dan pengaturan drive lain dalam BIOS dan memastikan mereka sudah benar. Konfigurasi BIOS memberitahu komputer pengaturan drive yang tidak benar sehingga dapat menyebabkan masalah, termasuk kesalahan NTLDR. Catatan: Biasanya ada Auto setting untuk konfigurasi hard disk drive dan optical drive di BIOS yang biasanya merupakan pilihan aman jika Anda tidak yakin apa yang harus dilakukan.
Mengembalikan file NTLDR dan ntdetect.com dari CD Windows XP. Mengembalikan dua file sistem yang penting dari CD Windows XP asli dapat juga menyelesaikan masalah.
Memperbaiki atau mengganti file boot.ini. Cara ini akan mencegah kesalahan NTLDR jika penyebabnya adalah file boot.ini yang tidak dikonfigurasi dengan benar untuk instalasi Windows XP.
Buat partisi boot sektor baru dalam sistem partisi Windows XP. Jika partisi boot sektor telah rusak atau tidak dikonfigurasi dengan benar, Anda dapat akan menerima pesan “NTLDR is Missing”.
Perbaiki master boot record Windows XP. Pesan error NTLDR juga dapat muncul jika master boot record rusak.
Buka dan pasang kembali semua kabel data internal dan kabel power hard disk drive. Pesan error NTLDR bisa disebabkan oleh longgar atau rusaknya kabel IDE. Cobalah mengganti kabel-kabel IDE jika Anda menduga mungkin rusak.
Update BIOS Motherboard Anda. Kadang-kadang, versi BIOS kedaluwarsa dapat menyebabkan “NTLDR is Missing” error.
Lakukan repair instalasi Windows XP. Jenis instalasi ini bertujuan mengganti setiap file yang hilang atau rusak.
Jika sampai pada langkah 10 diatas masalah tidak juga selesai, lekukan instal ulang total Windows XP. Jenis instalasi ini akan menghapus Windows XP dari PC Anda dan menginstal lagi dari awal.
Ganti hard disk drive dan kemudian melakukan instalasi baru Windows XP. Jika semua langkah diatas gagal, termasuk instalasi total dari langkah terakhir, Anda kemungkinan besar menghadapi masalah kerusakan hardware yaitu hard disk drive Anda.

Catatan; Kesalahan NTLDR ini hanya berlaku untuk sistem operasi Windows XP, termasuk Windows XP Professional dan Windows XP Home Edition. Windows 7 dan Windows Vista tidak menggunakan NTLDR.

h1

Memperbaiki Kesalahan Pada BOOTMGR is Missing

26/11/2011

Memperbaiki Kesalahan Pada BOOTMGR is Missing

BOOTMGR is Missing adalah sebuah masalah yang lumayan rumit. Namun sebelum bicara lebih jauh mengenai BOOTMGR (bagian dari boot sector), ada baiknya mungkin memahami apa itu boot sector. Sebuah boot sector merupakan sektor/daerah dari hard disk drive atau perangkat penyimpanan lain yang berisi kode komputer yang diperlukan untuk memulai proses boot. Ada banyak file-file yang diawali dengan kata boot walaupun ekstensi berbeda, misalnya master boot, boot.cfg, boot.ini dan lain-lain.

Ada beberapa cara “BOOTMGR is missing” menampilkan pesan di komputer Anda, seperti dibawah ini :

BOOTMGR is missing, Press Ctrl Alt Del to restart
BOOTMGR is missing, Press any key to restart
Couldn’t find BOOTMGR

“BOOTMGR is missing” akan tampil setelah komputer dihidupkan, segera setelah Power On Self Test (POST) selesai pada Windows XP. Sementar Windows 7 atau Windows Vista akan langsung mendeteksi dan memberi pesan kesalahan BOOTMGR pada bagian awal. Beberapa kemungkinan penyebab kesalahan BOOTMGR, termasuk pesan kesalahan yang paling umum “BOOTMGR is missing”:

Alasan paling umum untuk kesalahan BOOTMGR adalah kesalahan konfigurasi file dan file korup, masalah pada hard disk drive dan masalah upgrade sistem operasi, korup pada sektor hard disk drive, BIOS sudah usang, dan rusak atau longgarnya kabel IDE.
Alasan lain adalah jika PC Anda sedang mencoba untuk boot dari hard drive atau flash drive yang tidak benar menurut aturan first boot. Dengan kata lain, komputer mencoba untuk boot dari sumber non-bootable.

Perbaikan untuk Kesalahan BOOTMGR :

Cobalah Restart PC sekali lagi, kesalahan BOOTMGR bisa saja suatu kebetulan.
Melakukan repair startup Windows, caranya lihat diartikel ini; step 7 Melakukan Recovery Console Dengan CD Windows XP
Setelah Anda sampai pada step 7 recovery console, silakan ketik [chkdsk c: /r] tetapi penulisannya tanpa tanda []. Ingat ada jarak spasi satu kali antara c: dan tanda slash “/”. Setelah itu tekan [ENTER]. Jika proses repair sudah selesai, restart komputer Anda untuk melihat apakah masalah sudah hilang.
Jika masalah belum selesai, periksa hard drive dan pengaturan drive lain dalam BIOS dan memastikan mereka sudah benar. Konfigurasi BIOS memberitahu komputer bagaimana menggunakan pengaturan drive yang tidak benar sehingga dapat menyebabkan masalah, termasuk kesalahan BOOTMGR. Catatan: Biasanya ada pengaturan Auto di BIOS untuk konfigurasi hard disk dan optical drive yang biasanya lebih aman jika Anda tidak yakin apa yang harus dilakukan.
Buka lalu pasang kembali semua kabel data internal dan kabel power. Pesan error BOOTMGR dapat disebabkan oleh longgar atau yang dicurigai rusak, terutama kabel IDE dan SATA.
Update BIOS Motherboard Anda. BIOS yang sudah ketinggalan jaman kadang-kadang dapat menyebabkan “BOOTMGR is Missing” error.
Jika masalah belum teratasi, lakukan penginstalan ulang Windows XP (asal semua data penting didrive system C: sudah di-backup sebelumnya. Install ulang akan menghapus semua data/file di-drive C:
Jika Anda dalam proses instal ulang Anda tidak dapat menginstall Windows, misalnya malah muncul pesan Blue Screen of Death, maka penyebabnya adalah CD instalasi rusak atau CD ROM Drive rusak, ataukah hard disk drive rusak/kerusakan kecil.
Jika CD instalasi baik, CD ROM drive Anda pastikan baik tetapi tetap, maka dipastikan kerusakan pada masalah hardware yaitu hard disk drive Anda.

Kesalahan BOOTMGR umumny berlaku untuk Windows 7 dan sistem operasi Windows Vista saja. Pada Windows XP kasus serupa sering muncul pada NTLDR is missing.

h1

Hologram

26/11/2011

Hologram

Hologram adalah produk dari teknologi holografi. Hologram terbentuk dari perpaduan dua sinar cahaya yang koheren dan dalam bentuk mikroskopik. Hologram bertindak sebagai gudang informasi optik. Informasi-informasi optik itu kemudian akan membentuk suatu gambar, pemandangan, atau adegan.

Hologram merupakan jelmaan dari gudang informasi (information storage) yang mutakhir. Kelebihan hologram ialah ia mampu menyimpan informasi, yang di dalamnya memuat objek-objek 3 dimensi (3D). Tidak hanya objek-objek yang biasa terdapat di foto atau gambar pada umumnya. Hal itu disebabkan prinsip kerja hologram tidak sesederhana lensa fotografi. Hologram menggunakan prinsip-prinsip difraksi dan interferensi, yang merupakan bagian dari fenomena gelombang.

h1

Mengapa Bangsa Indonesia Kalah Kreatif Dari Negara-Negara Maju

26/11/2011

Mengapa Bangsa Indonesia Kalah Kreatif Dari Negara-Negara Maju

Tulisan dari milis sebelah.

Mengapa Bangsa Indonesia Kalah Kreatif Dari Negara-Negara Maju

Sebenarnya ini adalah ringkasan dari buku Prof. Ng Aik Kwang dari University of Queensland yang berjudul “Why Asians Are Less Creative Than Westerners”(Mengapa bangsa Asia kalah kreatif dari negara-negara barat), tapi berhubung saya tinggal di Indonesia dan lebih mengenal Indonesia, maka saya mengganti judulnya, karena saya merasa bahwa bangsa Indonesia memiliki ciri-ciri yang paling mirip seperti yang tertulis dalam buku itu.

1. Bagi kebanyakan orang Indonesia, ukuran sukses dalam hidup adalah banyaknya materi yang dimiliki (rumah, mobil, uang dan harta lain). Passion (rasa cinta terhadap sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang kreatifitas kalah populer oleh profesi dokter, pengacara, dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang untuk memiliki banyak kekayaan.

2. Bagi orang Indonesia, banyaknya kekayaan yang dimiliki lebih dihargai daripada cara memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila lebih banyak orang menyukai ceritera, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh pangeran dan sejenis itu. Tidak heran pula bila perilaku korupsi pun ditolerir/diterima sebagai sesuatu yang wajar.

3. Bagi orang Indonesia, pendidikan identik dengan hafalan berbasis “kunci jawaban”, bukan pada pengertian. Ujian Nasional, tes masuk PT, dll, semua berbasis hafalan. Sampai tingkat sarjana, mahasiswa diharuskan hafal rumus-rumus ilmu pasti dan ilmu hitung lainnya, bukan diarahkan untuk memahami kapan dan bagaimana menggunakan rumus rumus tersebut.

4. Karena berbasis hafalan, murid-murid di sekolah di Indonesia dijejali sebanyak mungkin pelajaran. Mereka dididik menjadi “Jack of all trades, but master of none” (tahu sedikit-sedikit tentang banyak hal tapi tidak menguasai apapun).

5. Karena berbasis hafalan, banyak pelajar Indonesia bisa jadi juara dalam Olympiade Fisika dan Matematika. Tapi hampir tidak pernah ada orang Indonesia yang memenangkan Nobel atau hadiah internasional lainnya yang berbasis inovasi dan kreativitas.

6. Orang Indonesia takut salah dan takut kalah. Akibatnya, sifat eksploratif sebagai upaya memenuhi rasa penasaran dan keberanian untuk mengambil resiko kurang dihargai.

7. Bagi kebanyakan bangsa Indonesia, bertanya artinya bodoh, makanya rasa penasaran tidak mendapat tempat dalam proses pendidikan di sekolah.

8. Karena takut salah dan takut dianggap bodoh, di sekolah atau dalam seminar atau workshop, peserta jarang mau bertanya tetapi setelah sesi berakhir, peserta akan mengerumuni guru/narasumber untuk meminta penjelasan tambahan.

Dalam bukunya, Prof.Ng Aik Kwang menawarkan beberapa solusi sebagai berikut:
1. Hargai proses. Hargailah orang karena pengabdiannya, bukan karena kekayaannya. Percuma bangga naik haji atau membangun mesjid atau pesantren, tapi duitnya dari hasil korupsi

2. Hentikan pendidikan berbasis kunci jawaban. Biarkan murid memahami bidang yang paling disukainya.

3. Jangan jejali murid dengan banyak hafalan, apalagi matematika. Untuk apa diciptakan kalkulator kalau jawaban untuk X x Y harus dihapalkan? Biarkan murid memilih sedikit mata pelajaran tapi benar-benar dikuasainya.

4. Biarkan anak memilih profesi berdasarkan passion (rasa cinta)-nya pada bidang itu, bukan memaksanya mengambil jurusan atau profesi tertentu yang lebih cepat menghasilkan uang.

5. Dasar kreativitas adalah rasa penasaran berani ambil resiko. Ayo bertanya!

6. Guru adalah fasilitator, bukan dewa yang harus tahu segalanya. Mari akui dengan bangga kalau kita tidak tahu!

7. Passion manusia adalah anugerah Tuhan. Sebagai orang tua, kita bertanggungjawab untuk mengarahkan anak kita untuk menemukan passionnya dan mensupportnya.

[sumber asli tidak diketahui]

h1

Nilai Kelas xi mm for kak ida

02/06/2010

Kak ini file nilai untuk kelas xi mm for kak ida

h1

Nilai 2 TKJ siswa bu Risna

29/05/2010

No Nama                               Nilai Tugas Nilai Ujian Semester Nilai Akhir
1 Abdul Rahman                      7.5   6  6.75
2 Adinda Noviyanti                  8   9  8.5
3 Ahmad Putra Ramadhan    8   7  7.5
4 Angga Cahya                         7.5   7  7.25
5 Anria                                        7.5   7  7.25
6 Ayu Mardian                          8   9  8.5
7 Balantara Surya                    7   7  7
8 Bamnbang Saputra               7   7  7
9 Beriman Pandjaitan             8   8  8
10 Dinna Mulyani                   7.5   7  7.25
11 Dwi Irawan Saputra           8   7  7.5
12 Elisa Riau Siregar 7   7  7
13 Figgy Rayfon Sega 7   7  7
14 Fiky Jonly  7   7  7
15 Habibah   7.5   7  7.25
16 Handika Lesmana  7   7  7
17 Hendri Chandra  7   7  7
18 Lastri Tobing  7   7  7
19 M. Febri Rozi  7   7  7
20 Milly Yana  7   7  7
21 Muslim   7   7  7
22 Nadia Fernandes  7.5   7  7.25
23 Nuraini   8   8  8
24 Prihatin  7.5   7  7.25
25 Putri Prima Jaya 7.5   7  7.25
26 Rika Maria  7.5   7  7.25
27 Rindo   8   8  8
28 Rizky Hermanda  7.5   7  7.25
29 Roby Fransisco  8   8  8
30 Selfiana  7   7  7
31 Sinta Agustia  7.5   7  7.25
32 Sri Agustini  7.5   7  7.25
33 Sri Fina  7   7  7
34 Sunardi   7.5   7  7.25
35 Supriyanti  8   8  8
36 Sutrisno  8   8  8
37 Wanda   7.5   7  7.25
38 Wirda Lestari  7.5   7  7.25
39 Yakub Bukhari  7.5   7  7.25
40 ZulAzmi   7   7  7

h1

dalam luka ada bahagia

22/05/2010

Dunia ini sangat menyenangkan ketika kita berpikir positif dalam segala hal. Jangan biarkan dirimu terluka sekalipun terluka karna dalam luka ada bahagia

h1

Modul Elektronika Komputer

30/04/2010

Dasar memahami komputer lebih lanjut modul-teknik-digital-dan-komputer silabus + bahan ajar untuk tkj komputer. elektronika digital

h1

Potret Buram Sistem Pendidikan

07/04/2010

Ketika iklan ‘Sekolah Gratis’ memiliki ruang nyaman dalam mata pandang pemirsa televisi, mencuat kepongahan pemerintah yang membanggakan diri bahwa pendidikan Indonesia memiliki imunitas memadai, berdaya saing tinggi, dan mampu menjembatani kebutuhan dunia usaha, dalam konteks ini menyediakan tenaga kerja.

Perilisan iklan ini oleh pemerintah, disinyalir lebih bermuatan politis ketimbang menyatakan sebuah fakta adanya program penggratisan biaya pendidikan. Realitanya, yang digratiskan oleh pemerintah hanyalah biaya SPP semata, sedangkan buku, serta fasilitas belajar yang lain menjadi PR (yang sekali lagi) dipikirkan atau dikerjakan nanti.

Padahal, kampanye ‘Sekolah Gratis’ justru semakin mempersulit Dinas Pendidikan sendiri, terutama pihak-pihak yang berada pada lingkaran lembaga pendidikan; dalam hal ini sekolah. Mayoritas masyarakat kita menelan mentah-mentah jargon kampanye ‘Sekolah Gratis’ tersebut, sehingga siswa maupun wali murid cenderung enggan untuk mengeluarkan biaya bagi penyelenggaraan proses pembelajaran.

Akibatnya, penyelenggaraan proses pembelajaran mengalami stagnasi guna pengembangan dan pendalaman materi. Di satu sisi, pihak pengelola lembaga pendidikan (sekolah) yang sebelumnya menikmati fee berlimpah dari penyediaan buku-buku pelajaran terpaksa gigit jari karena kehilangan pos pemasukan tambahan.

Berbarengan dengan pandemik krisis keuangan yang melanda dunia, beberapa negara di Asia yang masuk dalam klasifikasi negara dunia ketiga, mampu bertahan. Hal ini dikarenakan negara-negara tersebut memiliki kapasitas soft skill dan soft power kebangsaan yang memadai. Melalui mekanisme kebijakan strukturisasi pendidikan yang telah beberapa dekade berlangsung secara kontinyu, kelesuan pasar modal serta fluktuasi nilai dollar tidak memberikan pengaruh yang signifikan bagi negara-negara tersebut.

Berbeda dengan Indonesia, yang cenderung tenggelam dalam kebijakan-kebijakan pendidikan yang pragmatis dan snobis, seperti halnya Ujian Nasional (UN) dan Sertifikasi Guru. Dua program pemerintah tersebut terkesan hanya berkutat pada pijakan parsial yakni statistika nilai dan besaran materi gaji guru. Dua program pemerintah tersebut hanya mencerminkan suatu kebijakan yang bertolak pada pola pemikiran asumtif tanpa insight (tilikan) secara proporsional, terhadap situasi dan kondisi konkret kependidikan nasional.

Akibatnya, pola kependidikan kita dewasa ini melahirkan paradoks, yang mana proses cenderung diabaikan dan produk menjadi tujuan utama. Philip H Coombs dalam bukunya “The World Crisis in Education” (Oxford University Press,1985:385) menyimpulkan adanya jurang lebar disparitas antara sistem-sistem pendidikan dan tuntutan lingkungannya. Empat jenis faktornya ialah; peningkatan tajam aspirasi kependidikan; kelangkaan akut sumber-sumber daya; inersia yang melekat pada sistem pendidikan; dan inersia sosial masyarakatnya.

Berpijak pada realita kependidikan kita dewasa ini, setidaknya tiga faktor terakhir tersebut memiliki andil besar dalam membangun snobisme pengelolaan pendidikan nasional yang justru merugikan bangsa, negara, dan rakyat. Output dunia pendidikan cenderung gagap membaca lingkungan, dalam konteks ini adalah dunia kerja, peluang usaha, dan kemampuan menempatkan diri sebagai kaum terdidik yang tidak manja, cerdas, dan mandiri dalam mengambil keputusan.

Tentu saja, output pendidikan yang loyo semacam ini lahir dari konversi sistemik dunia pendidikan kita yang cenderung bermain-main dalam reduksi dan manipulasi proses pembelajaran. Reduksi dalam proses pembelajaran diawali dengan minimalisasi bahkan eliminasi nilai-nilai moral, etika, budaya, kesenian, dan agama. Akibatnya, proses pembelajaran kehilangan eksistensinya sebagai kegiatan paedagogi.

Reduksi ini kian menemukan titik nadir ketika keberhasilan proses pembelajaran hanya diukur berdasarkan parameter UN, yang mana hanya berkutat pada ranah kognitif dan diatur dalam format soal pilihan ganda. Guru sebagai fasilitator proses pembelajaran yang seharusnya menyikapi fenomena reduksi ini dengan penuh kearifan, disumbat dengan sertifikasi dan kehadiran metodologi pengajaran up to date seperti Quantum Learning-Teaching, Pembelajaran Kontekstual, Pembelajaran Kooperatif, dan lain sebagainya.

Padahal, kebaruan metodologi pembelajaran dan kecanggihan teknologi instrumen pembelajaran cenderung hanya menjadi polesan make up pemanis namun substansi proses pembelajaran tetap hidup dan tumbuh dalam kegersangan. Kegiatan pengajaran yang minim nilai-nilai paedagogi tersebut meruap-merajalela di berbagai lembaga pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Pendidikan di sekolah dasar hingga bangku perkuliahan dewasa ini mempertontonkan instrumen pengajaran yang canggih, seperti OHP, komputer, dan lain sebagainya.

Ditingkatan perguruan tinggi, dewasa ini, laptop sejajar dengan hand phone yang menjadi barang wajib yang harus dimiliki oleh para mahasiswa dan dosen. Ironisnya, fenomena ini menjadi tolak ukur tunggal perkembangan proses pembelajaran dan pendidikan dalam pengertian yang lebih luas. Padahal, konten materi yang diajarkan serta metodologi pembelajarannya hanya sedikit beringsut dari metode ceramah klasik di era 1950-an yang sifatnya searah.

Para guru maupun dosen masih berputar-putar dalam pola pengajaran textbookish yang mengedepankan pengetahuan kognitif, tanpa pendalaman apalagi pengayaan. Keprihatinan ini semakin menyeruak ketika sekolah, guru, murid, dosen dan mahasiswa memandang fenomena menyontek (copy paste tragedy) sebagai sebuah kewajaran dan sepatutnya untuk dilakukan. Masyarakat kita yang telah masuk dalam kategori akut terserang oleh budaya instant memandang bahwa menyontek atau mengklaim hasil pekerjaan orang lain adalah sebuah kewajaran dan bukanlah sebuah lakuan tindak yang memalukan.

Format soal UN yang berupa pilihan ganda memang memberikan kemudahan dalam kegiatan contek-menyontek. Berpijak pada kasus-kasus kecurangan UN, para guru yang sejatinya menempati posisi digugu dan ditiru (diteladani) memberikan contoh langsung yang menasbihkan aksian tindak menyontek sebagai sebuah langkah ‘patut’ dilakukan demi kelulusan.

Apesnya adalah ketika jawaban yang dicontek tersebut ternyata sebuah jawaban yang salah. Seperti halnya yang dialami siswa dan siswi SMAN 2 Ngawi, 100 persen siswanya tidak lulus karena memiliki kesamaan jawaban yang salah. Fenomena memilukan dan memalukan ini pun adalah gambaran riil keburaman potret pendidikan kita yang ditasbihkan telah memiliki imunitas memadai, berdaya saing tinggi, dan mampu menjembatani kebutuhan dunia usaha. Sekian banyak anomali pelaksanaan UN, tidak menyurutkan upaya pemerintah untuk terus memaksakannya sebagai parameter kualitas pendidikan.

Anomali pelaksanaan UN tersebut paling parah ketika selalu terjadi kecurangan sistemik, baik bermotif kehormatan, masa depan siswa dan sekolah, dll. Lembaga pendidikan lebih nampak sebagai perusahaan pembibitan mental korup daripada lembaga investasi masa mendatang suatu bangsa, negara, dan masyarakat.

Realitas menunjukkan bahwa mayoritas pribadi yang bisa masuk ke dalam lingkaran lembaga pendidikan berangkat dari jalur korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Sehingga, ketika mereka berada di dalam mereka dengan serta-merta menciptakan habitat bagi perkembangbiakan virus korupsi. Meskipun anggaran pendidikan didongkrak hingga melambung di atas 20 persenpun, kecil harapan kita pendidikan dapat melepaskan keburaman yang telah lama bersemayam.

Jangan harap dalam masa kemerosotan moral akut seperti sekarang ini, proses pembelajaran akan berlangsung dalam otentisitas kepengetahuan, nilai-nilai pendidikan, dan kehidupan, karena usapan bedak yang mewarnai rona wajah pendidikan kita adalah bedak kepalsuan dan kemunafikan. Ketika agamawan dan pemimpin memiliki mentalitas korup, kecil kemungkinan mereka dapat melakukan transformasi nilai-nilai hakiki dari kehidupan. Begitu juga dengan kaum pendidik maupun decision maker pendidikan Indonesia yang idem ditto. Mereka justru menjadi suspect virus korupsi yang leluasa menularkannya karena memiliki akses dan habitat.

Dus, kondisi semacam ini memberikan kemustahilan pada transformasi nilai-nilai keutamaan dalam ranah kependidikan. Pendidikan yang tidak menempati kesejatiannya guna membangun dimensi kemanusian secara holistik siswa, bukanlah pendidikan melainkan “pendudukan” (penjajahan).

Siswa menjadi korban penjajahan sekolah, sekolah menjadi korban penjajahan Dinas Pendidikan yang tenggelam dalam kesalahtafsiran esensi pendidikan, Dinas Pendidikan menjadi korban penjajahan birokrasi pemerintahan yang jungkir-balik seiring pergantian pemegang sumbu kekuasaan. Memang, di tengah rentak gendang program-program pendidikan nasional, sekolah, guru, dan siswa secara komunal dijauhkan dari kesejatian intelektualisme. Melalui Unas, praktis pendidikan nasional telah mengubur substansinya sendiri. Sejatinya, pendidikan nasional harus memosisikan ‘nasionalisme Indonesia’ sebagai subjek (objek material) dan rujukan metodologis (objek formal) sekaligus.

Lebih lanjut, kebijakan pendidikan nasional harus berlandas pada nilai-nilai kebangsaan dan situasi-kondisi konkret wilayah Indonesia. Karena berpijak kepada kebangsaan, maka menjadi sebuah ironi ketika para pemikir di lingkaran birokrasi pendidikan mengejar kemajuan barat dan meniru program-program pendidikan ala barat secara habis-habisan. Kekayaan religio-kultural Indonesia adalah aset pendidikan dan akses bagi pembelajaran makna kehidupan ala Indonesia.

Memang, penguasaan keilmuan, teknologi modern dan berbagai kemampuan teknis sangat diperlukan bagi siswa guna bekal masa depan. Begitu pun dengan materi UU Sisdiknas 2003, sudah benar rumusannya; di mana “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa…” (pasal 3).

Mari kita renungkan kembali frasa “mengembangkan dan membentuk watak dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.” Frasa ini mestinya merujuk pada makna “mencerdaskan kehidupan bangsa” yang sering disalahpahami hanya berkutat pada kecerdasan otak, sebagaimana dominan maujud pada Unas. Padahal, menurut Bung Hatta; “mencerdaskan kehidupan bangsa adalah nation and character building sebab yang dicerdaskan bukan hanya otak melainkan kehidupan bangsa”.

Betapa pun bagusnya substansi dan rumusan soal dalam UN ternyata belum mampu mengimplementasikan visi-misi pendidikan Indonesia seperti dalam Preambule UUD 1945. Sebab betapa pun sempurnanya kemampuan kognitif-intelektual, apabila afektif dan motoriknya diabaikan maka tersisalah sebuah lubang pedagogis yang menganga, yang belum tersentuh-terjawab oleh program UN, ataupun Sertifikasi Guru.
*** Pendidikan sedang dikapitalisasi dan diliberalisasi. Pembahasan RUU Badan Hukum Pendidikan (BHP) telah selesai dan siap diujipublikan akhir 2007. Privatisasi pendidikan melalui BHMN/BHP membawa konsekuensi berupa pengelolalan lembaga/instansi pendidikan yang lebih otonom. Jika sebelumnya pengelolaan lembaga/instansi pendidikan khususnya negeri didominasi oleh pemerintah, maka dengan adanya privatisasi lembaga/instansi pendidikan memiliki kewenangan yang lebih dalam mengelola lembaganya.

Anggaran pendidikan yang ditetapkan 20%, pada 2007 hanya Rp 90.10 triliun (11.8% dari APBN). Kini, peran pemerintah dalam pendidikan terus dikurangi, termasuk masalah dana. Konsekuensinya dana diambil dari masyarakat (SPP dan non-SPP). Sebagai contoh, ITB tahun 2007 butuh Rp 392 miliar, untuk itu diberlakukan SPP reguler 2006/2007 Rp 3.25 juta/semester; Sekolah Bisnis Manajemen dikenakan Rp 625.000,00/SKS. Fakultas Kedokteran salah satu PT di Jawa memungut Rp250 juta – 1 milyar. Kalau ini terus berlanjut maka orang miskin ’dilarang sekolah’. Kapitalisasi dan liberalisasi ini berlaku mulai Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Kalaupun diterapkan subsidi silang, berapa banyak orang ‘kaya’ yang dapat menanggung? Bukankah ini sebuah diskriminasi? Prakteknya, tidak menunjukkan hal tersebut. Ketika dana dari pemerintah minim, kampus dijadikan alat untuk menghasilkan uang, atau dana berasal dari pinjaman asing. Akibatnya, terjadi ketergantungan dana pada pihak asing, khususnya Bank Dunia dan ADB. Hal ini menciptakan ‘penjajahan’ kurikulum, kultur, dan isi otak. Akibatnya, rakyat menjadi kuli di negerinya sendiri.

Sejatinya, pendidikan gratis untuk semua. Kurikulum berbasis pada kultur/tsqafah yang sesuai dengan Islam; sains dan teknologi disesuaikan dengan perkembangan; otonomi dilakukan dalam administrasi, pendidikan dan research oleh satuan pendidikan untuk meningkatkan kualitas, dan untuk mewujudkan akuntabilitas, transparansi, penjaminan mutu, layanan prima, non-diskriminasi, dan lain-lain dilaksanakan tanpa perlu kapitalisasi atau komersialisasi.

Di sinilah esensi seruan Selamatkan Indonesia dengan Syariah. Karena hanya dengan sistem berdasar syariah yang dipimpin oleh orang amanah saja Indonesia benar-benar bisa menjadi baik. Dengan sistem ini pula terdapat nilai transedental dalam setiap aktifitas sehari-hari yang akan membentengi setiap orang agar bekerja ikhlas, tidak terkontaminasi oleh kepentingan pribadi, golongan maupun asing. Memiliki paradigma yang jelas bahwa memimpin adalah amanah dari Allah dan syariah adalah jalan satu-satunya untuk memberikan kebaikan, mengentaskan kemiskinan, menghindari korupsi, menolak intervensi, menghapus pornografi dan pornoaksi, serta mewujudkan kerahmatan Islam bagi seluruh alam semesta, sedemikian kedzaliman dan penjajahan bisa dihapuskan di muka bumi. Insya Allah

h1

Lingkungan baru

03/04/2010

penempatan akhirnya di SMK Negeri 1 Pekanbaru. bener2 ga menyangka akan ditempatkan disini. karna secara background diriku dari SMK kejuruan. tapi pastinya akan ada hikmahnya. dan tetap semangat menjalankan tugas. belum banyak sih tugas2 karna masih menyelesaikan tanggung jawab disekolah yang lama smk ibta dan smk negeri 5. beberapa hari yang lalu menambahkan silabus untuk jurusan tkj memasukkan teori konsep dasar pemograman kedalam Elektronika Analog Digital Dasar. InsyaAllah situs ini akan selalu uptodate jika ada waktu untuk memasukkan sumber2 bahan ajar.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.