Terorisme, Penjajahan dan upaya merubah materi sejarah Islam

Definisi Terorisme menurut wikipedia adalah puncak aksi kekerasan, terrorism is the apex of violence. Saat ini fenomena terorisme sering kali dicitrakan pada suatu agama yaitu Islam. Media saat ini mengopinikan terorisme adalah berkaitan dengan orang muslim yang melakukan sejumlah serangan terhadap fasilitas umum berupa bom. Serangkaian aksi yang terjadi di Paris, Jakarta, Istambul(Turki) diklaim sebagai aksi dari ISIS yang merupakan pelaku utama. Kenyataan lain seperti serangan bom yang terjadi di Gaza (Palestina), Suriah bukanlah merupakan aksi terorisme. Padahal kenyataan yang terjadi sampai pada hari ini negara-negara seperti Amerika, Rusia telah lakukan serangkaian bom dan melepaskan peluru-pelurunya atas dunia Islam  membunuh  umat Islam lebih dari 1 Juta jiwa.

Penjajahan menurut wikipedia yaitu apabila sebuah negara menguasai negara atau bangsa lain – selalunya melalui cara yang agresif atau ketenteraan dan menyaksikan wilayah diambil dengan cara ini. Penjajahan secara bebas diartikan upaya intervensi segala bidang kehidupan baik ekonomi, politik, sosial, budaya, pertanian, dll. Ketika suatu bangsa menjajah bangsa lain ini berkaitan dengan penguasaan segala sumber daya alam disuatu negara untuk kepentingan negara penjajah atau kepentingan pengusaha. Penjajahan yang terjadi di dunia Islam saat ini seperti Irak, Afganistan adalah untuk menguasai sumber ladang minyak negara tersebut untuk kepentingan penjajah. Segala macam cara dilakukan meski dengan membunuh penduduknya dan mengeluarkan mereka dari rumah-rumah mereka.

Strategi politik luar negeri amerika dalam menjajah dunia islam adalah Terorisme. Intervensi didalam dunia pendidikan khususnya dalam pelajaran pendidikan agama. Upaya untuk memasukkan paham-paham Demokrasi, Pluralisme dan HAM. Juga merubah materi pelajaran agama islam tentang sejarah nabi muhammad saw. Dengan upaya menyerang ajaran-ajaran Islam yang mulia seperti syariah Islam, Khilafah dan jihad fi sabilillah. Untuk itu digulirkan dalam program deradikalisasi agar umat Islam jauh dari ajaran-ajaran yang mulia ini.Sehingga membendung daya juang umat islam untuk melepaskan diri dari penjajahan amerika atas dunia islam.

Penting sekali upaya tersebut dilakukan oleh Kementian agama. Karena fakta di Indonesia saat ini penjajahan terjadi lewat Undang-Undang. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Kepala Balitbang dan Diklat Kementerian Agama Abdurrahman Masud. Ia menyatakan upaya perbaikan ini tidak lepas dari meningkatnya radikalisasi yang menjangkiti umat Islam di Indonesia. Ia tidak memungkiri kajian ulang terhadap materi sejarah Nabi Muhammad tidak terlepas dari meningkatnya radikalisasi yang menjangkiti sebagian umat Islam di Indonesia. Menurutnya, pelurusan makna harus dilakukan, misalnya makna jihad yang disalahpahami, yang selalu diidentikkan dengan perang. Padahal, maknanya luas.

Kita tahu dalam agenda perang melawan terorisme ala Barat, apa yang dimaksud dengan radikal adalah pandangan yang menginginkan syariah Islam secara totalitas dalam naungan negara Khilafah. Radikalisme juga sering dikaitkan dengan umat Islam yang melakukan perlawanan terhadap penjajahan Barat dengan melakukan jihad fi Sabilillah, perang di jalan Allah SWT. Untuk menghancurkan kewajiban jihad fi sabilillah yang secara syar’i tidak ada makna lain kecuali perang fisik, makna jihad pun ditarik sekadar pendekatan bahasa yang artinya sungguh-sungguh.

Sama halnya dengan isu toleransi, selama ini kerap disematkan terhadap umat Islam yang ingin menerapkan syariah Islam, tidak setuju terhadap gerakan pemurtadan yang dilakukan melalui pembangunan gereja ilegal. Umat Islam yang menentang homoseksual dan gay yang dilaknat Allah SWT sering dituding tidak toleran. Jadi isu toleransi selama ini menjadi bagian dari agenda Barat untuk menyerang umat Islam.

Harus kita ingatkan, yang dilakukan Kementerian Agama ini merupakan penghinaan terselubung terhadap sejarah Islam, termasuk terhadap peperangan yang selama ini dilakukan oleh Rasulullah. Seakan-akan hal itu salah kalau diajarkan kepada para murid. Padahal sirah Rasulullah dan tarikh Islam, memang tidak bisa dilepaskan dari perang. Inilah yang ditulis dalam kitab-kitab sirah maupun tarikh oleh ulamaulama sebelumnya. Kitab-kitab sirah terkemuka seperti as-Sirah an-Nabawiyyah, karya Ibn Ishaq [w. 151 H/768 M] dan as-Sirah an-Nabawiyyah, karya Ibn Hisyam [w. H/ M] banyak menceritakan tentang perang. Bahkan al-Waqidi yang sangat populer dengan kitabnya, al-Maghazi, menjelaskan secara detil peperangan yang dilakukan Rosulullah SAW dan para sahabat ridhwanu-Llah ‘alaihim. Apakah berarti itu keliru ?

Banyaknya peperangan dalam sirah dan tarikh Islam, tidak terelakkan, karena jihad fi sabilillah adalah kewajiban yang diperintahkan Allah SWT. Menyatakan penulisan sejarah Islam harus diperbaiki agar lebih humanis, toleran, sesungguhnya merupakan penghinaan terselubung terhadap perang-perang yang dilakukan oleh Rasulullah, seakan-akan hal tersebut keliru. Apalagi kalau dituding menjadi penyebab radikalisme. Na’udzubillahi min dzalik.

Kecendrungan Kementerian Agama saat rezim Jokowi ini menjadi alat untuk memuluskan agenda penjajahan Barat tentu sangat kita sayangkan. Dan ini bukan pertama kali. Sebelumnya Direktur Pendidikan dan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam, memerintahkan untuk merevisi soal pelajaran Fiqh yang memuat tentang khilafah soal mata pelajaran Fiqh pada ujian akhir semester (UAS) Madrasah Aliyah di Banten. Hal yang jelas menunjukkan sikap paranoid terhadap sistem Khilafah.

Padahal kewajiban penegakan khilafah merupakan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari syariah Islam.  Para imam madzhab pun sepakat tentang kewajiban penegakan khilafah ini. Karena itu sudah seharusnya Kementerian Agama benar-benar menjadi ujung tombal sebagai penegak agama ini, bukan sebaliknya menjadi penghalang. Apatah lagi bekerja sama dengan musuh-musuh Islam untuk menghancurkan Islam dan kaum Muslim.

http://hizbut-tahrir.or.id/2016/01/25/ubah-materi-sejarah-kemenag-jalankan-agenda-barat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s