Ukhti Al-Muslimah…

dikutip dari kotasantri

KotaSantri.com : Ukhti Al-Muslimah…
Wanita yang tunduk di depan kekafiran berkata : “Kamu adalah wanita terpelajar. Di antara kami ada seorang dokter, ada sastrawati, ada wartawati, ada dosen yang mengajar di negeri kalian. Islam tak pernah melarang sedikit pun hal itu, tak ada perbedaan lagi antara laki-laki dan wanita. Senangkah anda pada kami?

Jawaban kami cukup menyitir firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tak akan pernah rela padamu sampai engkau mengikuti agamanya. Katakanlah sesungguhnya petunjuk Allah adalah petunjuk yang sebenarnya.” (QS. 2 : 120).

Mereka berkata : “Cukup bagi saya dengan keIslamanmu terbatas pada ibadat ritual semata. Adapun ilmu anda, moral, tingkah laku, pakaian, ide, dan seluruh urusan dunia anda, wajiblah kamu mengikuti cara kami.”

Sungguh benar sabda Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Kamu akan mengikuti cara orang-orang sebelummu, sedikit demi sedikit. Hingga andaikan mereka memasuki lobang biawak, kamu akan ikut masuk kedalamnya. Kami berkata : Apakah mereka kaum Yahudi dan Nasrani? Jawab Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam : Siapa lagi kalau bukan mereka.” (HR. Muslim).

Ukhti Al-Muslimah…
Kamu seharusnya memperhatikan pakaianmu dan berbuat serta wajib memiliki kepribadian Islam sebagaimana apa yang kamu dengar, lihat dan baca (ajaran Islam).

Sungguh sedikit orang yang berbuat dan mengajak kepada kebaikan, sebagaimana seruan seorang penyair Arab : “Wahai kamu yang selalu mengurusi badanmu. Betapa banyak usaha yang telah kamu lakukan. Apakah kamu mencari keuntungan dari sesuatu yang jelas rugi. Perhatikan jiwamu, sempurnakan keutamaannya, sebab kamu disebut manusia dengan jiwa, bukan karena tubuh jasadmu.”

Ukhti Al-Muslimah…
Jadikan Khadijah, suri tauladan dan panutanmu dalam berjuang dengan harta dan jiwa. Jadikan Aisyah, tauladanmu dalam ilmu pengetahuan. Jadikan keluarga Yasir, suri tauladan anda dalam kesabaran dan berpegang teguh pada agama Allah.

Wahai Ibu generasi mendatang, perhatikan perkataan seorang penyair Arab : “Ibu adalah madrasah, jika anda persiapkan, berarti anda mempersiapkan generasi yang harum namanya. Ibu adalah taman, jika ia selalu disiram, ia akan berdaun rindang. Ibu adalah ustadzah pertama, pengaruhnya sangat besar berbobot sepanjang masa.”

Ukhti Al-Muslimah…
Andai mereka melihat bentuk tubuhmu tidak menarik lagi atau ketika usiamu telah senja, tua renta, apakah mereka masih memajang fotomu, di sampul-sampul majalah, buku dan semisalnya, walaupun kamu orang yang terpelajar? Masihkah mereka memintamu bekerja sebagai pramugari di salah satu pesawat, dengan dalih penghargaanmu terhadap wanita? Masihkah kamu temui orang yang memperjuangkan sempitnya ruang lingkup belajarmu?

Sesungguhnya mereka hanya ingin menikmati kecantikan wajah dan kemolekkan tubuh serta merdunya suaramu. Bila hal itu hilang darimu, maka mereka pun pasti meninggalkanmu, seakan-akan kamu adalah sebuah barang yang sudah habis masa pakainya (kata pepatah : habis manis sepah dibuang). (HaidarAgung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s