Why My Mom Crying

Seorang anak bertanya kepada Tuhan ” Tuhan mengapa ibuku menangis ?” Tuhan berkata ” karena ibumu seorang wanita”. Saat kuciptakan wanita, aku membuatnya menjadi spesial. Kuciptakan bahunya cukup kuat untuk menahan beban dunia, Walaupun bahu itu harus cukup nyaman dan lembut.

Kuberikan wanita “kekuatan” untuk dapat melahirkan seorang anak sekaligus “kekuatan” untuk menerima penolakan dari anak nya itu sendiri Kuberikan wanita “keperkasaan” untuk membuat nya tetap bertahan Saat semua orang sudah putus asa. Kuberikan wanita “kesabaran” untuk merawat keluarganya Walau letih dan lelah tanpa berkeluh kesah. Kuberikan wanita “perasaan peka dan kasih sayang” Untuk mencintai anak2nya dalam kondisi dan situasi apapun Walau tak jarang anak2nya itu melukai perasaan dan hatinya.

Perasaan ini pula yang memberikan kehangatan Pada bayi2 yang terkantuk menahan lelap Dan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya. Kuberikan wanita “kekuatan” untuk membimbing suaminya melewati masa2 sulit dan menjadi pelindung baginya. Bukankah tulang rusuklah yg melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?

Kuberikan wanita “kebijaksanaan” untuk mengetahui bahwa seorang suami yg baik tidak pernah menyakiti istrinya Walaupun kadang2 kebijaksanaannya itu menguji kekuatan dan kesetiaannya dalam mendampingi suaminya. Akhirnya kuberikan wanita “airmata” agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yg khusus kuberikan kepada wanita Agar dapat dipergunakan kapan pun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang yang dimiliki wanita walau sebenarnya ini adalah “airmata kehidupan.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s