Golongan Darah

Aku tertarik dengan pelajaran biologi yang dapat mengetahui gen manusia sejak duduk di bangku SMP artikel seperti ini sudah lama ingin aku cari. Mamfaat kita mengetahui golongan darah. Perpaduan antara golongan darah bapak dan ibu mengahasilkan apa?

Untuk lebih lengkapnya baca artikel berikut yang didapat dari medicastore.com

Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dengan kata lain, golongan darah ditentukan oleh jumlah zat (kemudian disebut antigen) yang terkandung di dalam sel darah merah.

Ada dua jenis penggolongan darah yang paling penting, yaitu penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Selain sistem ABO dan Rh, masih ada lagi macam penggolongan darah lain yang ditentukan berdasarkan antigen yang terkandung dalam sel darah merah. Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai.

Salah satunya Diego positif yang ditemukan hanya pada orang Asia Selatan dan pribumi Amerika. Dari sistem MNS didapat golongan darah M, N dan MN yang berguna untuk tes kesuburan. Duffy negatif yang ditemukan di populasi Afrika. Sistem Lutherans mendeskripsikan satu set 21 antigen.

Dan sistem lainnya meliputi Colton, Kell, Kidd, Lewis, Landsteiner-Wiener, P, Yt atau Cartwright, XG, Scianna, Dombrock, Chido/ Rodgers, Kx, Gerbich, Cromer, Knops, Indian, Ok, Raph dan JMH.

Sistem ABO

Karl Landsteiner, seorang ilmuwan asal Austria yang menemukan 3 dari 4 golongan darah dalam sistem ABO pada tahun 1900 dengan cara memeriksa golongan darah beberapa teman sekerjanya. Percobaan sederhana ini pun dilakukan dengan mereaksikan sel darah merah dengan serum dari para donor.

Hasilnya adalah dua macam reaksi (menjadi dasar antigen A dan B, dikenal dengan golongan darah A dan B) dan satu macam tanpa reaksi (tidak memiliki antigen, dikenal dengan golongan darah O). Kesimpulannya ada dua macam antigen A dan B di sel darah merah yang disebut golongan A dan B, atau sama sekali tidak ada reaksi yang disebut golongan O.

Kemudian Alfred Von Decastello dan Adriano Sturli yang masih kolega dari Landsteiner menemukan golongan darah AB pada tahun 1901. Pada golongan darah AB, kedua antigen A dan B ditemukan secara bersamaan pada sel darah merah sedangkan pada serum tidak ditemukan antibodi.

Penyebaran golongan darah A, B, O dan AB bervariasi di dunia tergantung populasi atau ras. Salah satu pembelajaran menunjukkan distribusi golongan darah terhadap populasi yang berbeda-beda.

Tabel distribusi golongan darah

Tabel pewarisan golongan darah kepada anak

Rhesus Faktor

Rh atau Rhesus (juga biasa disebut Rhesus Faktor) pertama sekali ditemukan pada tahun 1940 oleh Landsteiner dan Weiner. Dinamakan rhesus karena dalam riset digunakan darah kera rhesus (Macaca mulatta), salah satu spesies kera yang paling banyak dijumpai di India dan Cina.

Pada sistem ABO, yang menentukan golongan darah adalah antigen A dan B, sedangkan pada Rh faktor, golongan darah ditentukan adalah antigen Rh (dikenal juga sebagai antigen D).

Jika hasil tes darah di laboratorium seseorang dinyatakan tidak memiliki antigen Rh, maka ia memiliki darah dengan Rh negatif (Rh-), sebaliknya bila ditemukan antigen Rh pada pemeriksaan, maka ia memiliki darah dengan Rh positif (Rh+).

Penting Untuk Transfusi

Transfusi darah adalah proses menyalurkan darah atau produk berbasis darah dari satu orang ke sistem peredaran orang lainnya. Transfusi darah berhubungan dengan kondisi medis seperti kehilangan darah dalam jumlah besar disebabkan trauma, operasi, syok dan tidak berfungsinya organ pembentuk sel darah merah.

Singkatnya berdasarkan panduan dari apa yang telah dilakukan oleh Landsteiner, pada 1907 sejarah mencatat kesuksesan transfusi darah pertama yang dilakukan oleh Dr. Reuben Ottenberg di Mt. Sinai Hospital, New York.

Berkat keahlian Landsteiner pula banyak nyawa dapat diselamatkan dari kematian saat terjadi Perang Dunia I, dimana transfusi darah dalam skala lebih besar mulai dilakukan. Kemudian, Karl Landsteiner memperoleh penghargaan Nobel dalam bidang Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1930 untuk jasanya menemukan cara penggolongan darah ABO.

Dalam transfusi darah, kecocokan antara darah donor (penyumbang) dan resipien (penerima) adalah sangat penting. Darah donor dan resipien harus sesuai golongannya berdasarkan sistem ABO dan Rhesus faktor.

Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian. Hemolisis adalah penguraian sel darah merah dimana hemoglobin akan terpisah dari eritrosit.

Pemilik rhesus negatif tidak boleh ditransfusi dengan darah rhesus positif. Jika dua jenis golongan darah ini saling bertemu, dipastikan akan terjadi perang. Sistem pertahanan tubuh resipien (penerima donor) akan menganggap rhesus dari donor itu sebagai benda asing yang perlu dilawan. Di dunia, pemilik darah rhesus negatif termasuk minoritas.

Tabel kecocokan golongan darah

Tabel kecocokan plasma

Penting untuk Suami Istri

Selain hemolisis, ada kelainan genetik lain yang juga mengintai ibu (serta bayi yang tengah dikandung, bila kasus terjadi pada wanita atau ibu hamil). Terutama jika ibu berdarah rhesus negatif sedangkan suami berdarah rhesus positif. Masalah ini biasanya terjadi pada perkawinan antar bangsa.

Secara genetik, rhesus positif dominan terhadap rhesus negatif. Anak dari pasangan beda rhesus punya kemungkinan 50-100% berrhesus positif. Kemungkinan berrhesus negatif hanya 0-50%. Artinya rhesus si anak lebih mungkin berbeda dengan si ibu.

Jika tidak cepat ditangani, perbedaan rhesus antara calon bayi dengan ibu ini akan menimbulkan masalah. Lewat plasenta, rhesus darah janin akan masuk ke peredaran darah si ibu. Selanjutnya ini akan menyebabkan tubuh si ibu memproduksi antirhesus. Lewat plasenta juga, antirhesus ini akan melakukan serangan balik ke dalam peredaran darah si calon bayi. Sel-sel darah merah si calon bayi akan dihancurkan.

Pada kehamilan permata, antirhesus mungkin hanya akan menyebabkan si bayi lahir kuning (karena proses pemecahan sel darah merah menghasilkan bilirubin yang menyebabkan warna kuning pada kulit).

Tapi pada kehamilan kedua, problemnya bisa menjadi fatal jika anak kedua juga memiliki rhesus positif. Saat itu, kadar antirhesus ibu sedemikian tinggi, sehingga daya rusaknya terhadap sel darah merah bayi juga hebat. Ini bisa menyebabkan janin mengalami keguguran.

Jika sebelum hamil si ibu sudah mengetahui rhesus darahnya, masalah keguguran ini bisa dihindari. Sesudah melahirkan anak pertama, dan selama kehamilan berikutnya, dokter akan memberikan obat khusus untuk menetralkan antirhesus darah si ibu. Dengan terapi ini, anak kedua bisa diselamatkan.

Untuk alasan tersebut maka dianjurkan bagi pasangan yang akan menikah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah (premarital health checkup) dan bagi ibu yang ingin memiliki bayi dan atau yang telah dinyatakan positif hamil untuk segera memeriksa kesehatannya.

Namun, satu masalah yang tersisa adalah test laboratorium saat ini belum memungkinkan untuk melihat perbedaan dengan lebih jelas antara genotip (Rh+/Rh-) dan (Rh+/Rh+), karena keduanya menghasilkan Rhesus faktor yang sama yaitu Rh+.

Jadi, sudah tahu kan, bahwa golongan darah itu sangat penting untuk diketahui dan berguna untuk kehidupan. Ketahui golongan darah anda sekarang juga.

Sumber: www.medicastore.com

CARA MENCEGAH CACINGAN

Anak ibu cacingan?, sebuah iklan obat cacing mengingatkan kita bahwa cacingan seringkali terjadi pada anak-anak tapi tidak menutup kemungkinan terjangkit pada orang dewasa. Hal ini terjadi bila kurang terjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitarnya. Berikut beberapa hal yang perlu dipehatikan untuk menghindari cacingan :

• Biasakan mencuci tangan dengan sabun sebelum memegang
makanan atau setelah dari kamar mandi/WC dan setelah
berpergian/bermain.
• Gunting kuku secara teratur karena kuku dapat menjadi
perantara masuknya cacing ke tubuh kita
• Cuci bersih sayuran dan buah yang hendak dimasak/dimakan.
• Masak makanan/air minum hingga benar-benar matang.
• Janganlah jajan disembarang tempat.
• Gunakanlah alas kaki.
• Jagalah kebersihan lingkungan sekitar kita.

cahya@2005

Apa sih artinya Puber?

Puber adalah masa dimana tubuh kamu mulai berkembang dan berubah. Puber menandai masa peralihan dari anak menjadi dewasa. Jadi, ini pasti merupakan saat yang kamu tunggu-tunggu kan?

Pada masa puber, terjadi berbagai perubahan. Bentuk tubuh kamu berubah dengan cepat, bahkan suara kamu pun juga berubah. Masa ini memang merupakan masa perubahan paling cepat yang terjadi pada diri kamu. Tentu saja masih kalah cepat dibanding dengan perubahan saat kamu masih bayi lho.

Supaya kamu tidak kaget, ada baiknya kamu ikuti aja obrolan kita berikut ini. Nah, selanjutnya dengan modal ini, kamu tanya deh sama ortu kamu mengenai masalah pubertas. Dengan begitu pembicaraan bisa lebih asik kan.

Masa Pubertas
Dalam keadaan normal, setiap orang pasti akan atau pernah mengalami masa pubertas, baik laki maupun perempuan. Hanya saja perubahan yang terjadi memang cukup berbeda.

Perbedaan yang terjadi mulai dari saat terjadinya pubertas sampai apa yang terjadi pada masa pubertas tersebut.

Pada wanita pubertas umumnya terjadi antara usia 9 dan 12 tahun, sedangkan pada pria pubertas terjadi pada usia yang lebih tua, antara 9 dan 14 tahun. Tentu saja batasan usia ini belum tentu tepat benar. Bisa saja seorang anak wanita telah mengalami pubertas pada usia 8 tahun, dan ini bukan berarti ia tidak normal.

Pada wanita, pubertas juga ditandai dengan datangnya mens untuk pertama kalinya. Mens pertama ini dikenal dengan istilah menarche.

Faktor hormonal
Tentu kamu bertanya, kenapa sih saya bisa berubah dewasa. Nah, jawabnya terletak pada suatu faktor yang disebut faktor hormonal. Hormon yang membuat bentuk tubuh dan suara kamu berubah. Hormon pula yang menjadikan kamu bukan anak-anak lagi.

Ketika tiba waktunya bagimu untuk menjadi dewasa, sebuah hormon yang disebut hormon pelepas gonadotropin (Gonadotropin-releasing hormone/GnRH) akan dikeluarkan oleh sebuah kelenjar di bagian otak. GnRH akan merangsang kelenjar lain, yaitu kelenjar pituitaria, untuk melepaskan 2 jenis hormon lain: luteinizing hormon (LH) dan hormon perangsang folikel (follicle-stimulating hormone/FSH).

Siapa sih yang punya hormon-hormon tersebut? Cewek apa cowok? Jawabnya siapa pun punya. Cuma, hormon-hormon tersebut akan menghasilkan kerja yang berbeda bagi cewek dan cowok.

FSH dan LH buat cewek
Buat kaum cewek, FSH dan LH akan mempengaruhi indung telur (ovarium) untuk mulai membuat hormon lain yaitu estrogen. FSH, LH dan estrogen bersama-sama terlibat dalam siklus menstruasi dan sekaligus membuat kamu-suatu saat nanti-bisa mengandung dan mempunyai anak.

FSH dan LH buat cowok
Buat kaum cowok, FSH dan LH akan mempengaruhi buah zakar (testis) untuk mulai membuat testosteron dan sperma. Testosteron kamu butuhkan agar tubuhmu berubah menjadi dewasa dan sperma tentu saja diperlukan agar-suatu saat nanti-kamu bisa mempunyai anak.

Selamat tinggal dunia anak
Maka ucapkan selamat tinggal pada dunia anak yang penuh kegembiraan dan keceriaan karena dunia remaja pun tidak kalah warna. Mari kita jelang dunia remaja dengan penuh ceria dan kita kenang dunia anak dengan penuh suka cita.

sumber=www.info-sehat.com

Mag

Mencegah Mag

Penyakit mag bisa ringan, bisa juga berat. Namun, hal itu sebenarnya bisa dicegah sedini mungkin. Ada beberapa cara untuk mencegah penyakit mag sebagai berikut:

1. Usahakan makan secara teratur setiap hari. Ini penting agar lambung bisa mengenali waktu makan. Sehingga produksi asam lambung akan terkontrol.

2. Sebaiknya mengurangi mengonsumsi jenis makanan yang asam dan pedas. Sebab makanan jenis ini akan merangsang asam lambung.

3. Usahakan jangan langsung tidur setelah makan. Sebab hal ini akan memicu munculnya gejala refluks, yaitu naiknya isi lambung ke kerongkongan.

4. Hindari stres. Sebab stres bisa menyebabkan terjadinya gangguan pada lambung yang mengakibatkan munculnya mag.

5. Olahraga juga sangat membantu mencegah penyakit mag. Karena itu sebaiknya hal ini dilakukan secara teratur dan berkala.

Penyakit mag sebenarnya tidak perlu terjadi manakala kita bisa mengenalinya dengan baik, khususnya penyebabnya. Karena itu, pencegahan terhadap penyakit ini sebenarnya bisa dilakukan sedini mungkin.

Sumber: http://www.gizi.net (Dikutip tgl 8 Mei 2006)

DIABETES

APAKAH YANG DINAMAKAN DIABETES ATAU PENYAKIT KENCING MANIS?

Diabetes Mellitus adalah suatu kondisi, di mana kadar gula di dalam darah lebih tinggi dari biasa/normal. (Normal: 60 mg/dl sampai dengan 145 mg/dl); ini disebabkan tidak dapatnya gula memasuki sel-sel.

Ini terjadi karena tidak terdapat atau kekurangan atau resisten terhadap insulin.

DIABETES adalah suatu kondisi yang berjalan lama, disebabkan oleh kadar gula yang tinggi dalam darah.

DIABETES dapat dikontrol. Kadar gula dalam darah akan kembali seperti biasa atau normal, dengan merubah beberapa kebiasaan hidup seseorang.

Yaitu:
- Mengikuti suatu Susunan Makanan yang Sehat dan makan secara teratur.
- Mengawasi/menjaga berat badan.
- Memakan obat resep dokter.
- Olahraga secara teratur.

TANDA-TANDA DIABETES ATAU PENYAKIT KENCING MANIS

- Rasa haus yang berlebihan.
- Buang air kecil yang berlebihan (dengan volume besar)
- Selalu merasa lelah/kekurangan energi
- Infeksi di kulit
- Penglihatan menjadi kabur (Buta Ayam)
- Turunnya berat badan (pada sebagian penderita)
- Hyperglaisimia (Peningkatan abnormal kandungan gula dalam darah)
- Glaikosuria (glukosa dalam urine – air kencing)

JENIS-JENIS DIABETES

Terdapat dua jenis Diabetes atau penyakit kencing manis yang umum; masing-masing dapat diobati dengan cara tersendiri.

1. Diabetes Mellitus yang tergantung pada insulin (IDDM atau jenis I) biasanya terdapat pada orang yang masih muda gejala-gejalanya terjadi dengan secara tiba-tiba kadar glukosa (gula) darah yang tinggi

Apa yang harus dilakukan
- Suntikan insulin
- Makanlah makanan sehat dan seimbang
- Olahraga secara teratur

2. Diabetes Mellitus yang tidak tergantung pada insulin (NIDDM atau jenis III)
biasanya terdapat pada orang yang berusia lebih dari empatpuluh (40) tahun terjadi secara perlahan-lahan, dan kemungkinannya dengan tiada tanda-tanda/gejala
biasanya terdapat pada orang yang gemuk dan usia lanjut, dan tidak aktif

Apa yang harus dilakukan
- mempertahankan berat badan yang normal
- olahraga secara teratur
- makanlah makanan yang seimbang
- tablet atau pil (untuk sebagian penderita)
- mungkin memerlukan insulin, biasanya pada stadium terakhir

PENTINGNYA DIABETES YANG TERKONTROL DENGAN BAIK

Jika tak terkontrol dengan baik, diabetes dapat menyebabkan masalah-masalah dalam beberapa bagian anggota badan.

Kadar glukosa darah yang tinggi secara terus menerus atau berkepanjangan, dapat menyebabkan komplikasi dari diabetes.

Antara lain sebagai berikut:
- penyakit jantung
- serangan otak, biasanya diikuti dengan kelumpuhan atau strok
- kerusakan pembuluh-pembuluh darah periperal (biasanya mempengaruhi bagian badan sebelah bawah dan kaki) penyakit mata (retinopati); ini dapat menyebabkan buat ayam atau buta total
- kerusakan ginjal (neporpati)
- kerusakan serap (neuropati) – kerusakan sarap dapat terjadi pada beberapa bagian dari tubuh kita, termasuk jantung, kaki, dan dapat menyebabkan impoten dan kelumpuhan (paralisis) dari perut.

CARA MENGHALANGI KOMPLIKASI-KOMPLIKASI DIABETES

- Tekanan darah tinggi, kadar kolesterol yang tinggi,
- kurang olahraga dan merokok, memperbesar kemungkinan cepat timbulnya komplikasi-komplikasi, terutama dengan berkurangnya dan terhambatnya persediaan darah.

Untuk mencegah atau memperlambat timbulnya komplikasi-komplikasi ini, adalah penting:

- menjaga agar kadar glukosa (gula) dalam darah tetap normal
- tidak merokok
- berolahraga secara teratur
- memakan makanan yang seimbang, kadar lemak yang rendah, kadar garam yang rendah, dan kadar serat yang tinggi (komplek karbohidrat) agar tekanan darah dan kadar kolesterol diperiksa secara teratur oleh dokter.

OLAHRAGA DAN DIABETES

Berolahraga secara teratur merupakan salah satu bagian terpenting dalam pengelolaan (manajemen) diabetes. Ini akan membantu dalam usaha untuk:
menurunkan kadar glukosa dalam darah dengan terpakainya energi (olahraga mungkin akan merendahkan kadar glukosa dalam darah selama 12 – 24 jam kemudian) menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol dalam darah, jika sekiranya tinggi memperbaiki peredaran dalam tubuh mengurangi stres
mengawasi berat badan Sebaiknya olahraga ringan hendaknya dilakukan sekurang-kurangnya tiga sampai empat kali seminggu.

Jenis olahraga yang dipilih tergantung pada umur, minat dan kemampuan masing-masing.

Beberapa saran adalah sebagai berikut:
- jalan kaki gerak cepat
- berenang
- bersepeda
- menari

Diterjemahkan oleh: M. (Iesje) Bakar-Tobing A.P.D., Dietitian/Ahli Gizi, 1996.
Written by: Janice Beale – Diabetes Educator & Gloria Wong – Dietitian, 1996